link ibetslot-🎖️daftar situs online terpercaya|XOXE88.COM

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan link ibetslotmulai memakai masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan meski sudah melakukan vaksinasi hingga dosis lengkap ataupun penguat guna mencegah risiko terinfeksi COVID-19. (OL-8)

Febri menegaskan negara serius membangun infrastruktur digital. Hal Itu ditandai dengan dialokasikannya dana pembangunan teknologi informasi dan komunikasi yang mencapai Rp25,4 triliun pada APBN 2022. Pembangunan infrastruktur tidak hanya berbicara tentang peningkatan ekonomi, pemerataan, dan kesejahteraan. Namun pembangunan infrastruktur juga tak bisa dilepaskan dari pembangunan peradaban baru.Pemerintah sedang melakukan pemerataan link ibetslotpembangunan infrastruktur agar tidak lagi Jawa Sentris tetapi bisa merasa di seluruh wilayah Indonesia, tandasnya.

link ibetslot-🎖️daftar situs online terpercaya|XOXE88.COM

Sementara Rektor Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (UHKBPNP) Prof. Sanggam Siahaan dalam sambutannya menyampaikan bahwa UHKBNP masih melakukan pembenahan secara intens dalam hal infrastruktur kampus yang dapat mendukung kegiatan Kampus Merdeka.Sanggam berharap melalui kehadiran KSP dapat membantu pihaknya mempersiapkan pembangunan infrastruktur digital kampus guna menjawab era industri 4.0 yang terus berkembang dan mengalami perubahan. (AP/OL-10)Sebuah planet yang tenang dengan hembusan angin sesekali di mana dua kecepatan suara yang berbeda akan... Jumat 01 April 2022, 20:29 WIBRediscover Indonesia dengan CIMB Niaga ALL Accor Live Limitless untuk Nikmati Pengalaman Lokal Sesungguhnya di Mercure Serpong Alam Sutera Dapatkan diskon sampai 30% ditambah sarapan, pengalaman lokal ikonik dan hotel credit sampai Rp500.000 per hari.link ibetslotSAATNYA untuk menghidupkan kembali serunya bepergian di Indonesia! Kartu kredit CIMB Niaga ALL Accor Live Limitless kini meluncurkan Rediscover Indonesia dengan CIMB Niaga ALL Accor Live Limitless.Wisatawan dapat menikmati pengalaman lokal yang sesungguhnya dari menjelajahi destinasi baru, menikmati masakan otentik, menikmati aktivitas yang menyehatkan dan alam sekitarnya, sambil menemukan budayalokal.

Wisatawan akan menemukan pelarian sempurna ke Rediscover Indonesia dengan lebih dari 130 hotel dan resor yang berpartisipasi, di bawah brand Raffles, Fairmont, Sofitel, Pullman, Swiss tel, M venpick, MGallery, Grand Mercure, Novotel, Mercure, ibis Styles, ibis, dan ibis budget.Mulailah petualangan Anda dengan sarapan, diikuti dengan pengalaman lokal yang ikonik, sambil memanfaatkan hotel credit harian hingga Rp500.000. Pemegang kartu kredit CIMB Niaga Platinum ALL Accor Live Limitless dapat menikmati diskon 20%. Sedangkan pemegang kartu kredit CIMB Niaga World ALL Accor Live Limitless dan anggota Accor Plus mendapatkan diskon 30%. Hotel credit dapat ditukarkan untuk meningkatkan masa inap Anda, manjakan orang yang Anda cintai dengan makan malam mewah, bersantai dengan paket yang menyehatkan, atau bahkan meningkatkan pengalaman lokal Anda dengan fasilitas ekstra.Penawaran ini khusus untuk anggota ALL. Untuk menjadi anggota sangatlah mudah dan gratis dengan mengunjungi www.all.accor.com.Pemerintah dan pemda bisa menyisihkan anggaran untuk kampanye dan pelestarian budaya, atau lewat CSR dari BUMN. Bukan hanya untuk wayang. Lebih menukik lagi, agar generasi penerus menyukai wayang sebagai bentuk tradisi kearifan lokal, pemerintah bisa menerapkan muatan lokal dalam proses pendidikan di segala tingkatan. Jangan biarkan anak muda atau milenial hanya menonton sekilas dari perangkat digital karena roh dari budaya tradisi akan kurang mengakar.

Saya berikan contoh masyarakat Jepang, di tengah perkembangan teknologi yang luar biasa cepat, mereka tetap mencintai pertunjukan sumo karena tradisi itu sudah mengakar di hati warga. Begitu halnya rakyat Korea yang tidak mudah berpaling dari akar kebudayaan yang dipunyai karena mereka paham dan menanamkan sejarah di hati dan pikiran mereka.Apa kerugian terbesar jika bangsa ini tidak bisa melestarikan seni wayang?Ada istilahluhuring budaya ngangkat derajating bangsa(mulianya budaya mengangkat derajat bangsa). Saya tidak bisa membayangkan jika wayang, yang merupakan bagian kearifan lokal itu, sampai dihilangkan atau musnah.Keberadaan budaya tradisi wayang sudah ada jauh dari masa Majapahit, bahkan telah sejak zaman Raja Balitung (907 M), sebagaimana prasasti temuan yang menceritakan seni pertunjukan wayang telah ada dan kesenian tradisipakeliranitu terus berlanjut hingga masa Kerajaan Demak. Kemudian, semakin kuat pada era Mataram Islam, terutama masa kepemimpinan Raja Pakoe Boewono X (1893-1939) di Surakarta, yang begitu kuat menerapkan ajaranHastabrata, sehingga rakyat begitu setia dan merasa diayomi, termasuk banyak etnik yang makin berkembang di bawah kepemimpinannya yang bijak.

Para milenial yang masih gandrung dengan kesenian pertunjukan wayang pun, ketika menyimak dialog empat tokoh panakawan yang lugas dan tegas, sering membayangkan bahwa gambaran kebijakan, kesederhanaan, ketegasan, dan kedekatan dengan rakyat itu sebenarnya melekat erat kepada pimpinan bangsa Indonesia saat ini.Setidaknya, saya menangkap bahwa wayang adalah cermin dari kehidupan. Di sana berbicara tentang kepemimpinan, kebinekaan, dan nilai-nilai Pancasila, baik itu soal kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, keadilan, dan ketuhanan. Apa yang begini akan dimusnahkan? Karena itu, sekali lagi saya mengingatkan, jika merasa warga Indonesia, belajarlah dari lakon wayang, bukannya malah mengoyak-ngoyak, memprovokasi, dan sebagainya.

link ibetslot-🎖️daftar situs online terpercaya|XOXE88.COM

Apa harapan Anda terhadap komunitas dalang sendiri dan masyarakat luas dalam melestarikan wayang?Ya, selain mengajak komunitas dalang untuk terus berkarya dengan berbagai inovasi agar wayang tetap dicintai dan diminati generasi milenial, saya berharap, baik media arus utama maupun media sosial bisa ikut merawat dengan mengangkat pemberitaan wayang dan perkembangan pelestariannya.Keberadaan media arus utama diyakini mampu membersamai pelestarian budaya tradisi wayang dan bahkan menjadikan corong kuat ke dunia luar. Konsepmemayu hayuning bawanaatas keberadaan kesenian wayang sangat baik jika menjadi langkah bersama anak bangsa. (M-1)Biodata

Nama: Ki Warseno SlankTempat, tanggal lahir: Klaten, 18 Juni 1965Profesi: DalangPendidikan

- Kandidat doktor ilmu ekonomi, Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta- S-2 ilmu pemerintahan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

link ibetslot-🎖️daftar situs online terpercaya|XOXE88.COM

- S-1 ilmu teknik Universitas Tunas Pembangunan, SurakartaPenghargaan

Juara Favorit Festival Greget Dalang 1995, Piala Presiden RISebuah planet yang tenang dengan hembusan angin sesekali di mana dua kecepatan suara yang berbeda akan... Jumat 01 April 2022, 20:29 WIBDATARAN tinggi Dieng sudah terkenal sejak dulu sebagai kawasan wisata. Bukan hanya punya suasana yang sejuk dan asri, Dieng juga memiliki banyak destinasi menarik, seperti kawah, telaga, dan kompleks candi.Meski begitu, kelestarian alam di daerah puncak Dieng terancam akibat pertanian kentang dan sayur. Awalnya saya ingin keluar dari zona nyaman. Pada saat itu semua ingin menjadi petani, padahal di puncak gunung itu sempit, tidak seluas dataran rendah, jelas Alif Faozi soal kondisi wilayah yang menjadi kekhawatir annya saat didapuk sebagai ketua pemuda di sana pada 2005.Dalam perbicangan sebagai bintang tamu Kick Andy episode Mendulang Emas di Kampung Sendiri itu Alif kemudian menjelaskan bahwa ia terpanggil untuk melahirkan solusi bagi perekonomian warga sekaligus menjaga kelestarian alam. Pria kelahiran Banjarnegara, Dieng, 15 April 1978 itu melihat bahwa potensi budaya dapat lebih dikembangkan untuk menunjang wisata alam.Dari situlah ia merangkul masyarakat lewat Pokdarwis yang pertama kali ada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Lewat forum itu Alif menyadarkan warga soal pengelolaan potensi alam desa. Seiring dengan kesibukannya di Pokdarwis, Alif yang lulusan pesantren setingkat SMA juga berupaya menimba ilmu pariwisata dengan mengikuti pelatihan pariwisata dari Bappeda.Pokdarwis yang diberi nama Dieng Pandawa itu menjadi embrio Dieng Culture Festival. Pada 2010, Alif mulai memasarkan Dieng Culture Festival dan menjadi program tahunan di Desa Dieng Kulon.

Acara ini mengambil konsep perpaduan budaya dan tradisi tanah leluhur Dieng dengan budaya kontemporer masa kini. Ada pula atraksi-atraksi menarik seperti Jazz Atas Awan dan parade penerbangan lampion. Untuk permodalan, Alif dan para pemuda bergotong royong iuran.Di samping itu, Pokdarwis tersebut juga membina sejumlah UMKM kerajinan dan suvenir sehingga menghasilkan produk yang bisa menjadi unggulan wilayah itu. Selain kerajinan batik kayu dewa, di wilayah itu juga sudah ada usaha sablon kaus Dieng dan miniatur candi. Selama pandemi, Dieng Culture Festival diadakan secara virtual.

Berkat usahanya mengangkat wisata desa, Alif diganjar anugerah Satya Lencana Pariwisata pada 2018 dari Kementerian Pariwisata. Kini, Alif bersama Pokdarwis terus berupaya untuk membangun formula baru dalam pengembangan pariwisata di kawasan Dieng, Jawa Tengah. (*/M-1)Sebuah planet yang tenang dengan hembusan angin sesekali di mana dua kecepatan suara yang berbeda akan... Jumat 01 April 2022, 20:29 WIBSATUAN Tugas Penanganan COVID-19 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara menyebut kasus aktif COVID-19 di daerah ini naik menjadi 987 setelah hari ini terdapat 51 penambahan kasus positif baru.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Rahminingrum mengatakan, rata-rata kasus aktif COVID-19 di daerah ini tanpa gejala atau orang tanpa gejala.Berdasarkan data kewaspadaan COVID-19 Kota Kendari per Jumat,18 Februari 2022, jumlah kasus aktif sebanyak 987 orang, katanya, Sabtu (19/2)

Ia menyampaikan bahwa rata-rata kasus aktif COVID-19 di Kendari rata-rata tanpa gejala sehingga banyak yang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.Dengan kasus yang kian hari semakin meningkat, Rahminingrum mengajak kepada semua pihak agar menerapkan protokol kesehatan dengan ketat saat menjalankan aktivitas produktif sehari-hari.Protokol kesehatan ini sangat penting, pakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan ini harus ditaati, dilaksanakan dalam aktivitas kita, karena kasus COVID-19 kita kian meningkat, ujar dia.Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat yang belum melakukan vaksinasi ataupun baru menerima vaksin dosis satu dan dua agar segera melengkapi vaksinasinya hingga dosis ketiga atau penguat.

Mari datang ke pusat layanan kesehatan untuk menerima vaksinasi sehingga kita memiliki imun tubuh dan kita bisa membentuk ketahanan kelompok dari pandemi COVID-19 dan varian omicron, pungkasnya. (OL-8)Sebuah planet yang tenang dengan hembusan angin sesekali di mana dua kecepatan suara yang berbeda akan... Jumat 01 April 2022, 20:29 WIBDIBIARKAN terbengkalai atau malah menjadi tempat pembuangan sampah liar, begitulah kebanyakan nasib lahan bambu di Tanah Air. Akibatnya, tanaman bambu yang semestinya memiliki fungsi ekosistem sebagai penjernih air semakin tersisihkan.

Pemandangan serupa juga terjadi di Yusomulyo, Kota Metro, Lampung, sampai gebrakan yang terjadi 28 Oktober 2018. Gebrakan itu ialah pemanfaatan lahan bambu yang terbengkalai menjadi pasar kreatif bernama Payungi (Pasar Yosomulyo Pelangi).Gebrakan itu diinisiasi Dharma Setya wan. Tidak bergerak sendiri, Dharma mengajak warga setempat untuk bergo tong-royong membersihkan lahan dari sampah untuk mereka sulap menjadi pasar yang buka hari minggu pagi. Kegiatan mereka kemudian ditutup dengan membersihkan kembali lahan itu pada minggu sore.

Lewat pasar itu para ibu dapat menjual aneka kuliner buatan mereka. Di gelaran pertama Payungi, kegiatan itu sudah sukses dan meraih omzet Rp16 juta rupiah. Seiring waktu, gaung Payungi semakin meluas hingga pengunjung dapat mencapai 2000 orang di tiap gelaran dan berasal dari berbagai daerah. Omzet pun melesat menjadi Rp40 juta-Rp50 juta rupiah.Pasar kreatif itu pasar di tengah kampung yang dibuat oleh warga secara gotong royong. Yosomulyo ialah kelurahannya. Kita akronimkan Payungi karena pedagangnya pake payung, ujarnya saat menjadi bintang tamu Kick Andy bertajuk Mendulang Emas di Kampung Sendiri yang tayang Minggu (20/2).

Dharma yang berasal dari Dam Raman, sebuah kawasan di perbatasan Lampung Tengah, Metro, dan Lampung Timur, memang memiliki pengalaman membuat gerakan komunitas saat di kampungnya. Di sana ia pernah membuat wisata alam.Saat tinggal di Yusomulyo, gerakan pertamanya ialah membuat mural tembok bersama dengan para mahasiswa dan komunitas remaja masjid membuat mural di tembok-tembok. Tembok itu sebenarnya membatasi interaksi, tetapi setelah diwarnai orang saling menyapa, ungkapnya soal aksi yang dibuat pada Mei 2018 itu.Setelah enam bulan mewarnai tembok, barulah lelaki yang berprofesi sebagai dosen ini mengemukakan ide membuat pasar kreatif di lahan bambu. Ide ini juga disambut oleh ketua musala.Kami mengumpulkan emak-emak, kemudian kami ajak bikin pasar kemudian tidak ada yang percaya. Saya melihat problem pertama modal. Kedua ialah dengan apa mempromosikan. Ketiga, kalau tidak laku, siapa yang nanggung modalnya, kenangnya.

Kas musalaBapak ketua musala, lagi-lagi, menjadi sosok yang amat berjasa. Ia membantu mengatasi per soal an permodalan pasar itu dengan meminjamkan uang kas musala sebesar Rp15 juta.Dharma dan bapak ketua musala sama-sama bersedia memikul tanggung jawab mengganti uang kas itu jika pasar gagal. Uang kas itu kemudian dapat mereka lunasi setelah 10 kali gelaran Payungi.

Lewat Payungi, para ibu bisa membantu pendapatan keluarga, bahkan memiliki pendapatan yang melebihi suami. Emak-emak ini sebelum gelaran sedekah makanan kepada suami mereka yang notabene suami mereka penjaga parkir. Setelah gelaran mereka infak ke musala, tuturnya. Dengan infak para ibu pula, pembangunan musala menjadi lebih bagus.Dengan begitu, pasar kreatif memberi dampak imbal yang positif terhadap musala, bukan sekadar menjadi kegiatan yang pasif dibantu.

Dharma mengatakan perlu kreativitas dan optimisme dari warga untuk pengembangan pasar kreatif. Seluruh potensi bisa diberdayakan seperti lahan kosong dan ide kreatif.Kini Payungi telah mengembangkan kegiatan lewat berbagai program, seperti Pesantren Wirausaha, Payungi University, Kampung Bahasa Payungi, Women and Environment Studies (WES), Kampung Kopi, hingga Rumah Anak Payungi.Satu tahun setelah Payungi berdiri, kami bikin sekolah desa, kita naungi sebagai Payungi University. Ada anak-anak muda yang datang ke kampung kami nginep dua hari satu malam kemudian belajar teknis enam materi (seperti) social mapping, ruang kreatif, paparnya.

Iklan Bawah Artikel